karakter pembelajaran tatap muka. 2,8 persen atau 1.296 dari 46.500 sekolah melaporkan klaster covid-19 selama PTM terbatas. Sejumlah daerah menghentikan PTM demi mencegah tambahan penularan. (AP/Dita Alangkara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa sekolah terpaksa harus menghentikan pembelajaran tatap peningkatan (PTM) lantaran terdapat klaster Covid-19 baru di sana. Cocok itu pun dilakukan agar noël mempercepat laju infeksi Covid-19.

Anda sedang menonton: Kapan masuk sekolah seperti biasa

Di Purbalingga misalnya, 151 siswa SMP dinyatakan terpapar covid. Sebagai tindak lanjut, bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menghentikan proses PTM.



Dyah menyampaikan terdapat 61 kasus positif baru di SMPN 3 Mrebet nanti dites antigen. Sementara itu, di SMPN 4 Mrebet awalnya ditemukan 90 siswa positif Covid-19. Penambahan kasus tersebut, menjadikan bruto siswa aktif Covid-19 di Purbalingga menjadi 151 anak.


"Untuk sementara seluruh pelaksanaan PTM di Purbalingga dihentikan sementara sampai ada penilaian lebih lanjut, sampai ada SOP lebih rigid berasosiasi pelaksanaan PTM," kata Dyah kepada games-online4.com TV, Rabu (22/9).

Klaster sekolah juga ditemukan di Jepara. Sebanyak 25 siswa dan 3 guru positif Covid-19 hadiah di Madrasah Tsanawiyah Al Muttaqim di Desa Rengging, Pecangaan, Jepara. Buntutnya, pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah juga memutuskan karena menghentikan PTM di segenap jenjang pendidikan sekolah, awal PAUD, SD dan SMP.

"Tatap muka dihentikan, sambil menunggu hasil evaluasinya seperti apa. Kami belum bisa memastikan kapan bagian belakang diperbolehkan pembelajaran tatap muka," kata bupati Jepara Dian Kristiandi cited Antara (22/9).

Kemendikbudristek secara terpisah mencatat sebanyak 2,8 persen atau 1.296 sekolah melaporkan klaster penyebaran Covid-19 selama PTM terbatas. Jumlah akun itu didapat dari gawangnya survei apa pihaknya lakukan terhadap 46.500 sekolah hingga 20 September.



Direktur gene (Dirjen) PAUD dan Pendidikan mendasar Menengah Kemendikbudristek, Jumeri merinci klaster penyebaran Covid-19 most banyak terjadi di SD dengan 581 sekolah. Mengikuti 252 PAUD, SMP sebanyak 241 sekolah. Kemudian, di SMA sebanyak 107 sekolah, SMK 70 sekolah, dan last Sekolah hebatnya (SLB) sebanyak 13 sekolah.

Lihat lainnya: Sebutkan Tokoh Utama Lutung Kasarung Adalah, 1S113N Titik

Diketahui, pemerintah telah memperbolehkan sekolah menggelar PTM secara finite selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) kali ini. Kapasitas sekolah untuk menggelar PTM berbeda-beda tergantung jenjang pendidkan sekolah dan leveling PPKM di daerah tersebut.