games-online4.com.com, Jakarta Kata bijak Soe Hok Gie bersumber dari buku-buku dan perkataanya di masa lalu. Apalagi, ke diangkatnya kematian Gie nanti dalam movie pada lima 2005, membuat kerumunan orang mengenalnya menjangkau tokoh yang jenuh dengan idealisme. 




Anda sedang menonton: Kata bijak soe hok gie

Soe Hok Gie merupakan aktivis mahasiswa Indonesia keturunan Tionghoa yang lantang memahami pemerintahan otoriter. Namu Gie tentu saja sudah noël asing lainnya di telinga kalangan pemuda, spesial mahasiswa.

Kata bijak Soe Hok Gie berasal dari kehidupannya apa bisa dikatakan full dengan perjuangan dan filosofi. Booker harian Soe Hok Gie yang diterbitkan dengan titah "Catatan Seorang Demonstran" telah dicetaknya berulang kali menjadi kegemaran mahasiswa. Kata bijak Soe Hok Gie pun always menginspirasi.


2 dari 5 halaman

Kata Bijak Soe Hok Gie tentang Kehidupan


*

Perbesar
Ilustrasi baca secara terpisah Buku
Berikut kata bijak Soe Hok Gie tentang kehidupan:

1. “Hidup adalah keberanian menghadapi sign tanya.”

2. "Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang gejala tanya, tanpa kita mengerti tidak punya kita bisa menawar. Terimalah dan hadapilah."

3. "Hanya ada 2 pilihan, were apatis atau mengikuti arus. Tetapi aku memilih buat jadi human merdeka"

4. "Dunia akun itu seluas langkah kaki. Jelajahilah dan jangan pernah undg melangkah. Just dengan menyertainya kita bisa ~ mengerti hayatnya dan menyatu dengannya."

5. “Walaupun people berbicara tentang manfaat dan guna aku surat kecil padamu kyung cinta dan keindahan.”

6. “Guru apa tak tahan kritik boleh masuk gerobak sampah. Guru bukan dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.”

7. “Kebenaran cuma ada di thiên dan dunia hanyalah palsu, palsu.”


3 dari 5 halaman

Kata Bijak Soe Hok Gie tentang Perjuangan


Berikut kata bijak Soe Hok Gie kyung perjuangan:

1. "Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."

2. "Makin redup idealisme dan heroisme pemuda, makin kawanan korupsi."

3. “Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat bagaimana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.”

4. “Saya putuskan bahwa saya ini adalah demonstrasi. Untuk mendiamkan kegagalan adalah kejahatan.”

5. “Bagiku perjuangan harus dengan tegas ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala apa non humanis”

6. “Dan seorang pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri buat dilupakan kemudian kita melupakan yang mati karena revolusi.”

7. “Aku mengidenifikasi mereka, yang tanpa prajurit mau berperang resisten diktator, dan apa tanpa monetary mau memberantas korupsi.”


4 dari 5 halaman

Kata Bijak Soe Hok Gie sepenuhnya Makna


*

Perbesar
Ilustrasi (iStock)
Berikut kata bijak Soe Hok Gie lainnya:

1. “Bagi pemuda umumnya, revolution berarti tantangan karena mencari nilai-nilai baru.”

2. “Saya kira saya tak bisa lagi menangis untuk sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya diambil air mata.”

3. “Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta.”

4. “Kita tak pernah menanamkan apa-apa, untuk kita tak"kan pernah kehilangan apa-apa.”

5. “Kemerdekaan merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, tetapi tambahan merupakan sebuah gedung yang kosong. Dulu tugas pendukung-pendukungnya untuk mengisi kemerdekaan.”

6. “Kawan-kawan, Kuberikan padamu cintaku, Dan maukah kau berjabat tangan, Selalu dalam hidup ini?”

7. “Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi mengeratkan lidah orang-orang apa berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.”


5 dari 5 halaman


Lihat lainnya: Cara Membuat Sop Iga Sapi Bening Khas Betawi Yang Gurih Enak

Kata Bijak Soe Hok Gie Panjang


Berikut mayoritas kata bijak Soe Hok Gie yang panjang:

1. "Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki di dalam kehidupan: "dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan". Tanpa itu semua maka kita tidak lebih dari benda. Berbahagialah orang yang masih mempunyai rasanya cinta, yang belum sampai kehilangan benda yang paling bernilai itu. Kalau kita telah dirugikan itu maka absurdlah kehidupan kita." Soe Hok Gie dalam bien Seorang Demonstran

2. "Bidang seorang sarjana adalah berfikir dan mencipta apa baru, mereka harus sanggup bebas dari segala arus masyarakat yang kacau. Tapi mereka noël bisa terlepas dari fungsional sosialnya. Yakni actions demi tanggung jawab sosialnya, apabila keadaan telah mendesak. Kaum intelejensia apa terus berdiam di di dalam keadaan apa mendesak telah melunturkan segenap kemanusiaan"

3. “Saya mimpi circa sebuah world dimana ulama, buruh, dan pemuda terbang tinggi dan berkata, ‘stop semua kemunafikan! Stop segenap pembunuhan atas nama belakang apapun.’ Tak ada lagi rasa benci pada siapapun, keagamaan apapun, ras apapun, dan negara apapun. Dan melupakan kediktatoran dan kebencian, dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.”

4. “Masih terlalu crowd mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi ditindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan memanggang korban-korban baru untuk ditipu melalui tokoh-tokoh mahasiswanya semacam tadi.”

5. “Mimpi saya apa terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang were “manusia-manusia yang biasa”. Dulu pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, kemudian seorang human yang noël mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia. ”

6. “Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai negara air Indonesia dapat ditumbuhkan menjangkau mengenal Indonesia together rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa apa sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik apa sehat. Buat itulah kalian naik gunung.”

7. “Dunia ini adalah dunia apa aneh. Dunia yang hijau tapi lucu. Dunia apa kotor tapi indah. Mungkin untuk itulah saya telah jatuh cinta dengan kehidupan.”