Bilal sang Muadzin Rasulullah, semogarahmat dan berani tercurah kepadanya, mempunyai sebuah kematian hidup yangmengagumkan dalam sejarah ‘pertarungan’ di cara aqidah. Sebuah kisah dimanazaman noël pernah jemu buat mengulang-ulang ceritanya, telinga noël pernahmerasa puas dengar kisahnya.

Anda sedang menonton: Kisah khalid bin walid dalam mencari tuhan dan mencari kebenaran


*
Bilal dilahirkan beberapa tahun sebelmhijrah, kira-kira 43 tahun sebelumnya, dari seorang ayah bernama Rabah danseorang ibu, Hammah namanya. Dia adalah seorang peloncat perempuan yang berkulithitam, salah satu dari budak-budak di town Mekkah. Buat itulah sebagian orangmemanggilnya Ibnu As-Sauda’, anak dari perempuan berkulit hitam.
Bilal tertanam dan terlalu tinggi di Ummul Qura(Mekkah), dialah pun menjadi budak milik anak-anak yatim bani Abduddar, yangkemudian kehidupan mereka ditanggung malalui Ummayah bin Khalaf, deviasi satu tokohkafir Quraisy.
Ketika seberkas cahaya muncul di Mekkahdengan membawa agama baru, dan sang Rasul apa agung Muhammad memaklumatkankalimat tahid, Bilal implisit salah satu dari orang-orang yang pertama kalimemeluk Islam. Itu memeluk Islam pada saat pada bumi ini noël ada orangIslam, kecuali dia dan pemfitnahan orang. Diantara mereka Khadijah binti Khuwalid,Ummul Mu’minin, Abu Bakar as-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Shuhaib ar-Rumi, danAl-Miqdad al-Aswad.
Bilal sering mengalami penyiksaan darikaum musyrikin Quraisy. SIksaan yang noël pernah dialami oleh orang lain. Diamerasakan kekejaman, ekeerasan, dan kebekuan trấn orang-orang kafir Quraisy,yang people lain noel pernah merasakannya. Dialah dan orang-orang lemah lainnyahanya predisposition sabar overhead ujian di beraliran Allah ini. Kesabaran apa belum pernah‘digeggam mencapai begitu kuatnya’ oleh people lain.
Jika Abu Bakar ash-Shiddiq dan Ali binAbi Thalib terlindungi malalui paham kesukuan dan dilindungi pula melalui kaumnya,tidak demikian halnya mereka orang-orang apa lemah tadi. Mereka hanyalah parabudak, sehingga musyrikin QUraisy leluasa quận mereka menjangkau kejam. Sebagaicontoh bagi mereka yang coba-coba mencamppakkan ‘tuhan’ mereka dan mengikutiagama Muhammad.
Sekelompok people Quraisy yang mereka membusuk kejam dan noël berhati nurani,salah satunya adalah Abu Jahal – harapan Allah menghinakannya -. Dia dies denganmemikul dosa buat Summayah. Abu Jahal mencaci maki dan menghina Summayah,lalu menusukkan tombak nanti bawah perut Summayah hingga tembus punggung. Summayahmenjadi wanita pertama yang sekarat Syahid. Sementara saudara-saudara sesamemmuslim berbeda mengalami siksaan dan hinaan dari kafir Quraisy buat jangkawaktu yang lama, deviasi satunya adalah Bilal.
Di saat matahari mulai berada ditengah-tengah cakrawala dan padang pasir Mekkah bergelolak untuk panas,orang-orang QUraisy akan masalah baju para budak yang lemah itu, lalumemakaikan baju besi usai tubuh mereka, dan membiarkan mereka terbakar olehteriknya matahari. Kemudian punggung mereka dipukul mencapai cemeti, laluorang-orang Quraisy itu memerintahkan mereka agar mencaci-maki Muhammad.
Para peloncat itu, manakala siksaan semakinkejam dan tubuh mereka tak another mampu menanggungnya, mereka menjadi memenuhikeinginan kaum Quraisy. Namun trần mereka firmicutes beriman kepada Allah danRasul-Nya. Kecuali Bilal, semoga Allah meridhainya, hatinya merasa hina jikaharus melalukan itu batin menempuh beraliran Allah ‘Azza wa Jalla’.
Orang yang paling kejam menyiksa Bilaladalah Ummayah bin Khalaf dan para centengnya, mereka memang human bengis.Mereka melecuti punggung Bilal menjangkau cemeti, namun dia tetap mengatakan “ahad,ahad” (Allah Maha Esa).
Mereka menindih dadanya mencapai batubesar, Bilal pun firmicutes mengatakan “ahad, ahad”. Orang-orang akun itu menyuruhnyauntuk menyebut nama belakang lata dan Uza, dua berhala sesembahan kaum musyrik Quraisy,namun Bilal malah menyebut nama Allah dan Rasul-Nya. Mereka berkata, “Katakanseperti apa yang kalian katakan!” Bilala menjawab: “Sungguh, lidahku tak kuasamengatakannya!”
(Mendengar jawabutuh itu) mereka makinmemperkejam dan makin memperkuat siksaan itu. Kelewat Umayyah bin Khalaf, Sangmajikan musyrik yang bengis, manakala saya baik-baik saja bosan daerah Bilal, dialah ikatkansebuah tali tambang yang besar di leher Bilal. Lalu dia serahkan kepadaorang-orang tolol dan anak-anak. Itu perintahkan mereka agar mengarak Bilalmelalui gang-gang sempit town Mekkah. Dialah perintahkan mereka menyeretnya pada jalan-jalan berbatu.
Bilal telah merasakan berbagai macamsiksaan dalam rangka berjuangn fi sabilillah. Dia always mengulang-ulangsenandung ‘indahnya’: “ahad, ahad.” Dia tidak pernah bosan melantunkannya. Diatidak pernah jemu mengucapkannya.
Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah mengajukantawaran kepada Umayyah bin Khalaf bahwa dia akan membeli Bilal, namun Umayyahmemberikan tawaran apa sangat tinggi, dengan harapan Abu Bakar noël akansanggup membelinya. Akhirnya, Abu Bakar pun pembelian Bilal mencapai harga Sembilanuqiyah emas.
Setelah transaksi jual-beli itu selesai,Umayyah bin Khalaf berkata: “Sebenarnya, andaikata engkau membelinya dengansatu uqiyah saja, tentu saja aku berikan.” Abu Bakar menjawab: “Andaikata engkaumenjualnya dengan harga seratus uqiyah pun, menjadi aku beli…!!!
Ketika Abu Bakar member kenal Rasulullah,bahwa dialah membeli Bilal dan menyelamatkannya dari groep para penyiksanya, Nabibersabda: “Sertakan pula Aku wahai Abu Bakar!!! Abu Bakar menjawab: “Dia telahaku merdekakan, wahai Rasulullah”.
Tatkala Allah memperkenankan Rasul-Nya,untuk hijrah ke Madinah, Bilal were salah satu orang-orang yang berhijrahitu. Dialah bersama Abu Bakar ash-Shiddiq dan amir bin Fihrdi sebuah rumah. Mereka beritga terserang demam. Tatkala Bilal telah sembuhdari sakitnya, itu berkata menjangkau suaranya yang bening dan lantang:
Duhai indahnya senandungku ini, kapanlagi aku menjadi beriman satu malam saja. Di Fakh,sementara di sekelilingku ada idzkhirdan akankah suatu aku nanti akudapat mndatangi mata wait di Mijannah.Akankah terlihat lagi olehku Bukit Syamah dan Bukit Thafil.
Tidak terkagum-kagum jika Bilal dirasa rindudengan town Mekkah dan gang-gang sempitnya, dialah memendam rindu akan lembah danbukit-bukitnya, untuk di sanalah, karena pertama kalinya, dia merasakanmanisnya iman. Dort pula dia pernah merasakan berbagai siksaan, demi mencarikeridhaan Allah. Pun dort pula dialah memenangkan sebuah berjuang melawandirinya sendiri dan syetan.
Sekarang Bilal tinggal dari kekejiankaum musyrik Quraisy. Dia kini mencapai dengan Nabi, apa amat dia cintai. Diamenemani Nabi, saat beliau pergi, dia pula yang mengiringi beliau saatRasulullah kembal dari bepergian. Itu shalat di tentu saja Nabi shalat, diapunmenyertai beliau manakalah beliau trete berperang. Sampai-sampai tak sekalipundia berpisah mencapai beliau.
Suatu hari, kapan beliau, Rasulullahmembangun masjid di Madinah, saat menemani itu adzan mulailah disyariatkan. Di masa Islam,Bilal dulu orang apa pertama kali mengumandangkan Adzan.
Setiap kali selesai Adzan, itu berdiri di dore pintu rumah Rasulullah danmenyerukan: “Hayya ‘alash-shalah, hayya ‘alal-falah.” Saat dia melihatbeliau disetujui kamar, serta merta Bilal mengumandangkan iqamah. RajaNajasyi, king negeri habasyah pernah member harga kepada Rasul mula dan agung(Muhammad) berupa tiga buah tombak pendek. Benda-benda menemani itu merupakan koleksidan benda kesayangan para raja saat itu. Rasululla hunian satu tombak. Duatombak lainbutuh beliau berikan kepada Ali bin Abu Thalib dan Umar bin Khatthab.Lalu, secara khusus beliau mengamanahkan tombak beliau kepada Bilal. Selamahidunya, membawanya saat shalat aku Raya, saat shalat istisqa’, dan saat didepan Rasulullah (sebagai sutrah).
Bilal ikut serta dalam perang Badar. Disana, mencapai mata major sendiri dia menyaksikan Allah memenuhi janji-Nya.Allah memenangkan hamba-Nya. Dot pula itu melihat para thaghut tersungkurmenemui ajal. Mereka, orang-orang apa pernah menyiksanya dengan siksaan yangtidak berperikemanusiaan. Itu melihat Abu Jahal dan Umayyah bin Khalaf, kedunyajatuh tersungkur tertebas pedangnya milik kaum muslimin. Darah mereka berduatumpah malalui tombak orang-orang yang pernah mereka siksa.
Ketika Rasulullah memasuki kota Mekkah,untuk menaklukkannya, beliau berada di tengah-tengah sebuah batalyon (pasukan).Beliau ditemani oleh ‘sang penyeru langit’ Bilal bin Rabah.

Lihat lainnya: Nama Lain Ahli Astrologi Michel, Michael Scot


Saat beliau memasuki Ka’bahal-Musyarrafah, noël ada yang menemani beliau kecuali tiga orang, yaitu:Utsman bin Thalhah,juru kunci Ka’bah, Usaman bin Zaid, lelaki kesayangan Rasulullah, anak darikesayangan beliau Zaid bin Haritsah, dan Bilal bin Rabah, sang MuadzinRasulullah.
Ketika waktu shalat zhuhur telah tiba,beribu-ribu rakyat muallaf mengelilingi sang Rasul yang agung (Muhammad).Sementara orang-orang kafir Quraisy yang memeluk Islam – entah dengan sukarelaatau karena terpaksa menyaksikan peristiwa geram itu mencapai mata kepala mereka.Saat itulah beliau panggilan telepon Bilal bin Rabah. Beliau menuuruhnya agar naik keatas Ka’bah untuk menyerukan sentence tauhid (adzan). Bilal pun menjangkau sertamerta menyambut perintah itu. Itu naik nanti atas Ka’bah, lalu mencapai suaranyayang lanatng, itu menyerukan adzan. Ketika itu, beribu umat ​​manusia mendongakmemandang setelah arahnya. Sementara, beribu lidah orang-orang di belakangnyaberulang-kali (mengikuti) seruan itu menjangkau khusyu’.
Sedangkan orang-ornag apa dalam hatinya ada diseases (nifak), rasa dengki yangamat sangat mulai merasuki trấn mereka. Dengki dan pertikaian itu serasamencabik-cabik trấn mereka sehancur-hancurnya. Hingga jika kalimat adzanBilal sampai pada kalimat: “Asyhadu anna muhammadar rasulullah,” Juwariyahbinti Abu Jahal berkata: “Demi Allah, memang itu telah meninggikan namamu(Muhammad). Adapun shalat, maka kami become ikut shalat. Become tetapi, demi Allah,kami noël bias mencintai orang apa telah pembunuhan orang-orang apa kamicintai…! Ayah Juwairiyah (Abu Jahal) terbunuh di ~ Perang Badar).
Khalid bin Usaid berkata: “Segala pujiAllah yang telah memuliakan ayahku, hingga dia tidak menyaksikan (apa yangterjadi) hari ini”. Ayah Khalid meninggal dunia sehari sebelum kota Mekkahditaklukkan.
Al-Harits bin hisyam berkata: “Duhaikematian, alangkah baiknya jika aku mati sebelum Bilal naik ke atas Ka’bah.”
Al-Hakam bin Abul Ash berkata: “DemiAllah, perkara yang sangat mulia ini telah diserukan bagaikan suara keledaioleh people budak pelarian diatas bangunan akun itu – maksudnya Ka’bah.”
Dan di tengah-tengah mereka ada AbuSufyan bin Harb, itu mengatakan: “Aku noël bisa berkata inskripsi apa-apa…!!!
Bilal menemani Rasulullah sepanjanghidup beliau. Rasulullah pun saya baik-baik saja nyaman mendengar suara orang ini, yangtelah merasakan siksaan apa amat pedih saat menempuh jalan Allah, namun diaselalu mengulang-ulang kata “ahad, Ahad.”
Di aku Rasulullah wafat, saat tibawaktu shalat, sementara jenazah beliau belum dikebumikan, Bilal mengumandngkanadzan. Selagi sampai di ~ kalimat: “Asyhadu anna muhammadar rasulullah’, diamenangis tersedu-sedu. Suaranya noel keluar, kuno terasa tercekik. Melihathal itu, serta merta kaum muslimin itu, Bilal sempat adzan tiga kali. Setiapkali lidahnya mengucapkan: “Asyhadu anna muhammadar rasulullah,” diamenangis dan menyebabkan people menangis pula.
Beberapa waktu setelah hari itu, diamohon kepada Abu Bakar, khalifah duluan Rasulullah agar khalifah berkenanmemberinya izin; Bilal noel mau adzan lagi, dia tidak mampu lainnya melakukannya.Dia minta izin kepada Abu Bakar untuk berjihad fi sabilillah, memerangi musuhdi negeri Syam.
Abu Bakar dengan enggan memenuhi permintaanBilal, itu ragu otorisasi Bilal ditinggalkan Madinah. Bilal mengatakan: “Jikaengkau membeliku karena dirimu sendiri, silahkan engkau tangkap diriku. Namun,jika engkau memerdekakan aku karena Allah, maka biarkan aku televisi demi Dzatyang karena-Nya engkau memerdekakan aku!”
Abu Bakar menjawab: “Demi Allah, Akumembelimu untuk Allah, Aku noel memerdekakanmu kecuali buat Allah.” Bilalberkata lagi: “Sungguh, aku tidak mau adzan lagi ke Rasulullah wafat.” AbuBakar pun menjawab: “Jika demikian, terserah engkau…” Bilal televisi meninggalkanMadinah al-Munawwarah bersama pasukan duluan dari pasukan-pasukan kaummuslimin (yang dikirim setelah Syam). Sesampainya di Syam, itu tinggal di Darayya,sebuah kampong dekat Dimasq (Damaskus).
Bilal tak lagi bersedia karena adzan (dan tak sekalipun itu adzan) hingga Umarbin al-Khatthab, khalifah pengganti Abu Bakar dating setelah negeri Syam. Umarbertemu Bilal ke sekian lama berpisah. Umar begitu merindukan kepada Bilal.Umar menghormatinya, hingga setiap kali nama Abu Bakar as-Shiddiq disebut, Umarakan menimpali: “Abu Bakar adalah pemuka kita, itu memerdekakan ‘pemimpin’kita.” apa dia niat adalah Bilal.
Sementara para sahabat mendesak inginmendengar Bilal mengumandangkan adzan saat Umar datang ke Syam. (Bilal punbersedia). Manakala suaranya melengking membahana menyerukan adzan, Umar takkuasa menahan tangis. Para sahabat pun menangis, hingga jenggot mereka basaholeh wait mata.
Bilal telah mengobati kerinduan merekaakan kota Madinah di masa lampau. Semoga Allah senantias merahmati masa-masaitu. Kini ‘sang penyeru langit’ tinggal di Damaskus, itu tinggal di sana hinggaajal menjemput. Saat Bilal sakit tangguh menyongsong ajal, sang isteri duduk disampingnya sebaik meratap dan berkata dengan voice keras: “Duhai, alangkahsedihnya…” mendengarkan itu, Bilal membuka matanya sambil berkata: “Duhai,alangkah bahagianya…”
Rekomendasi untuk Anda
*
*
*